‘Menyulap’ Bahan Tenun Ramah Lingkungan jadi Alas Kaki

Read Time:1 Minute, 27 Second

Jakarta. Salah satu hal yang paling banyak dibicarakan di industri fashion saat ini adalah keberlanjutan. Permasalahan fashion breakdown seringkali dirasakan dan mulai meresahkan konsumen, sehingga banyak brand yang mencari cara untuk memasukkan barang-barang promosi ke dalam produknya. Kebanyakan brand yang menggunakan cara ini adalah produsen pakaian fashion, karena dari sanalah sebagian besar limbahnya berasal. Berbagai cara dilakukan, misalnya menggunakan bahan ramah lingkungan, mendaur ulang pakaian bekas, dan memanfaatkan sampah plastik sebagai bahannya. Seperti halnya merek sepatu Jepang Onitsuka Tiger yang memasukkan bahan tenun ke dalam koleksi alas kakinya bekerja sama dengan DoiTung Development Project. “Kain ini dipilih karena merupakan hasil buatan tangan yang indah, sehingga menimbulkan rasa nasional dan eksotik, serta memberdayakan masyarakat yang memproduksinya. Nah, kain yang digunakan dibuat dengan prinsip lestari dan ramah lingkungan, serta produknya didaur ulang,” ujar Farah Aldila, Marketing Manager Onitsuka Tiger Indonesia. Selain kanvas tenun, koleksinya akan menggunakan kain tenun tangan. 100% Sepatu PET daur ulang dibuat menggunakan metode produksi ramah lingkungan, termasuk suede dan kulit, sebagai penekanan pada kain buatan tangan sepatu oleh DoiTung, serta penyertaan bahan daur ulang di bagian tertentu sepatu, yang menjadikan koleksi ini sebagai pasangan yang penting. dengan warisan budaya Thailand dengan jumlah baru 2,8 juta), Mexico 66 Paraty (2,2 juta), dan Serrano CL (2,8 juta). Koleksi ini hanya tersedia di Onitsuka Tiger Plaza Indonesia, Kota Kasablanka, Beachwalk Bali Deli Park Medan, Pakuwon Jogja dan toko Pakuwon Surabaya. Sebagai informasi, DoiTung Development yang merupakan organisasi nirlaba asal Kerajaan Thailand berhasil merebut antusiasme paling banyak dari para pecinta sneakers dunia, yaitu Onitsuka Tiger 2024. Sayangnya, sampah di Jakarta sudah mencapai 3 juta. . ton Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sampah plastik yang masih padat jika dipecah menjadi potongan-potongan kecil dapat menyebabkan pencemaran air gospelangolano.com. co.id 13 Juni 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Nasrullo Kabirov, Wasit yang Rugikan Timnas Garuda Ternyata Sering Bertugas di Indonesia
Next post Punya Banyak Wishlist Belanja? Begini Cara Atur Tabungannya