Mengapa Orang Lebih Mudah Emosi Saat Berkendara? Ternyata Ini Alasannya
gospelangolano.com, JAKARTA — Beberapa pengendara mungkin akan menghadapi arogansi pengendara lain di jalan. Misalnya saja, baru-baru ini seorang pengendara motor bernama Arie Febriant meludahi mobil pengendara lain karena dituding menimbulkan kemacetan akibat parkir liar di pinggir jalan.
Menurut psikolog Heidi Solberg, banyak hal yang menjadi penyebab pengemudi marah di jalan. Keadaan kesal seperti itu bisa terjadi bahkan pada seseorang yang dikenal berperilaku baik saat tidak sedang mengemudi.
Solberg mengatakan, salah satu alasan utamanya adalah pengemudi sering kali memiliki tujuan yang ingin dicapai atau pekerjaan yang ingin mereka lakukan saat mengemudi. Ketika tujuan atau keinginan tersebut diganggu oleh pengemudi lain, Anda mungkin akan marah.
“(Penyakit ini) akan terasa seperti menghalangi Anda mencapai tujuan Anda,” kata Solberg, dilansir The Naked Scientist Senin (8/4/2024).
Alasan lainnya, pengendara jarang berkomunikasi tatap muka atau langsung dengan pengendara di jalan. Sehingga ketika sedang marah kepada pengemudi lain, pengemudi tersebut bisa berteriak atau bahkan mengumpat tanpa mengganggu pembicaraan atau mengambil tindakan terhadap pengemudi lain tersebut.
Kemarahan di jalan raya yang dialami pengendara tidak boleh dianggap enteng. AAA Foundation for Traffic Safety mencontohkan, kemarahan di jalan berkontribusi terhadap 12.610 cedera dan 218 kematian pada periode 1990-1996 di Amerika Serikat.
Menurut American Psychological Association (APA), penelitian menunjukkan bahwa anak laki-laki cenderung lebih marah ketika berada di jalan. Selain itu, faktor lingkungan seperti kemacetan atau tikungan jalan juga dapat menyebabkan kekacauan lalu lintas.
Faktor psikologis juga mempengaruhi perkembangan jalan yang dialami pengemudi. Ciri psikologis ini bisa berupa kemarahan yang meluap-luap atau kecenderungan untuk melampiaskan kemarahan pada sesuatu atau seseorang yang tidak ada hubungannya dengan stres besar dalam hidup.
Menurut psikolog, Dr. Elizabeth Scott PhD, ada beberapa hal yang dapat dilakukan pengemudi untuk menghindari kemarahan di jalan. Berikut empat di antaranya, seperti dilansir VerywellMind:
1. Latihan pernapasan untuk mengurangi stres dan rileks. Berfokus pada pernapasan akan mengurangi rasa frustrasi Anda di jalan.
2. Dengarkan musik, podcast, dan bahkan buku audio favorit Anda saat mengemudi. Musik dapat membuat berkendara menjadi lebih menyenangkan. Sementara itu, podcast atau buku audio dapat berfungsi sebagai pengalih perhatian kecil untuk mengalihkan pikiran Anda dari hal-hal mengganggu di jalan.
3. Bersantai dengan teknik relaksasi otot lambat dan relaksasi mendalam. Kedua cara ini dapat membantu meredakan ketegangan yang terjadi saat duduk saat berkendara, sehingga penumpang dapat rileks baik badan maupun pikiran.
4. Rencanakan waktu Anda dengan bijak. Seringkali berkendara dengan kecepatan tinggi disebabkan oleh kelelahan karena pengemudi terburu-buru untuk mencapai suatu tempat. Usahakan untuk berangkat lebih awal dan buatlah rencana untuk menghadapi kemacetan, sehingga pengemudi dapat tetap nyaman meski perjalanan sangat sulit.