Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf

0 0
Read Time:1 Minute, 54 Second

gospelangolano.com, Jakarta Enzy Storia baru-baru ini angkat bicara tentang pengalamannya menangani layanan Departemen Umum Bea dan Cukai. Salah satu tas Enzy Storia yang dibeli di luar negeri ternyata masih tertahan dan tak pernah ditebus oleh istrinya, Molen Kasetra.

Di media sosial, Enzy Storia mengungkapkan rasa penasarannya dengan nasib tas tak terpakai karena bekerja sama dengan petugas Bea Cukai. Penyebabnya karena pajak yang terutang lebih mahal dibandingkan harga dananya.

“Aku penasaran dengan tas yang tidak aku tukar karena harga pajaknya lebih tinggi dari harga tas. Lalu dikembalikan ke pengirimnya… 🙂‍↔️”, tulis Enzy Storia di akun Twitter (X) @EnzyStoria, dilihat dikutip Jumat (17 Mei 2024).

Tweet tersebut membuat banyak netizen yang mengejek akun X Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo. Menanggapi cuitan Enzy, Yustinus Prastowo meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami Enzy Storia.

 

“Mbak @EnzyStoria, terima kasih atas informasinya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” balas Yustinus Prastowo di akun @prastow X.

Ia mengaku sudah menghubungi tim bea cukai untuk mencari solusi tentang keberadaan barang yang disebutkan Enzy Storia. “Kami sudah berhubungan dengan Bea dan Cukai dan saat ini sedang berupaya memberikan pelayanannya,” imbuhnya.

 

Bahkan, Enzy Storia mendapat ucapan terima kasih dari Yustinus Prastowo karena memberikan kronologis untuk memudahkan pejabat menyelesaikan masalah tersebut.

Prastowo melanjutkan: “Terima kasih telah bersedia memberikan timeline untuk memudahkan pengambilan keputusan. Kami akan menghubungi kembali secepatnya setelah mendapat informasi lengkap dan solusi terbaik. Salam Hormat. “.

 

Seperti diketahui, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai saat ini sedang dalam pengawasan karena banyaknya keluhan masyarakat di media sosial. Salah satunya, impor peti mati dikenakan pajak impor sebesar 30%.

Netizen pun mengunggah video pengaduan ke Bea dan Cukai saat membeli sepatu bola di luar negeri seharga Rp 10,3 juta. Keluhan tersebut muncul karena adanya pemberitahuan dari pihak perusahaan pengiriman bahwa pria tersebut harus membayar pajak impor sebesar Rp 31,81 juta.

 

Direktur Jenderal Pajak dan Cukai Kementerian Keuangan RI Askolani mengungkap alasan Bea dan Cukai secara ketat memantau dan menindak barang ilegal dan bermasalah dari keluarga lain.

Menurut dia, langkah tersebut ditujukan untuk kepentingan negara. Askolani mengatakan, jika impor ilegal dibiarkan masuk ke dalam negeri, maka akan mengganggu perekonomian Indonesia.

“Kalau tidak kita tangani, perekonomian bisa terganggu,” kata Askolani saat berbicara kepada media di Menteng, Jakarta, Rabu (15 Mei 2024), dilansir saluran Bisnis gospelangolano.com, baru-baru ini.

happy Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf
Happy
0 %
sad Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf
Sad
0 %
excited Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf
Excited
0 %
sleepy Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf
Sleepy
0 %
angry Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf
Angry
0 %
surprise Enzy Storia Curhat Tasnya Ditahan Bea Cukai Tapi Ogah Ditebus, Stafsus Menkeu Langsung Minta Maaf
Surprise
0 %

You May Have Missed

PAY4D slot jepang