Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik

0 0
Read Time:2 Minute, 20 Second

LIPUTAN6. Tony mengklaim, api terjadi karena faktor teknis.

“Tidak ada seorang pun di perusahaan kami atau di komunitas, atau siapa pun yang tertarik dengan yang ingin menembak pengecoran.

Api menyebabkan aliran oksigen yang berlebihan, yang kemudian jatuh ke kebocoran pelat listrik.

“Kondisinya menyebabkan panas, lalu menyumbat dan berakhir dengan ledakan,” jelasnya.

Menurut Tony, penyebab kebakaran telah melewati kontrol internal dan inspeksi regulator asuransi. Hasil penyelidikan juga selaras dengan temuan polisi untuk penyelidikan kriminal, yang memastikan bahwa insiden ini bukan karena kelalaian atau disengaja.

Api, yang terjadi pada Oktober 2024, memengaruhi penghentian perusahaan Freeport di Gresik. Akibatnya, perusahaan tidak dapat menghasilkan seperti yang direncanakan dan diserahkan kepada pemerintah izin ekspor.

Tony juga membantah tuduhan bahwa api itu disengaja sehingga Freeport dapat mencapai lisensi kondensasi tembaga.

“Kami ingin memperluas lisensi ekspor karena pengecoran tidak dapat bekerja secara optimal.

Tony mengklaim bahwa pasar domestik konsentrat tembaga masih terbatas. Namun, jika memungkinkan, Freeport lebih suka menjualnya ke negara itu karena harganya setara dengan ekspor.

“Jadi tidak benar bahwa ada dorongan untuk pembakaran fondasi untuk ekspor.

Sebelum itu, Presiden PT Freeport Indonesia (PTFI), Tony Wenas meyakinkan bahwa pada 14 Oktober 2024 di Jawa Timur, 14 Oktober 2024, bukan hasil dari kelalaian atau kesalahan karyawan. Kekuasaan berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian Nasional Indonesia (Barest).

“Bareskrim (setengah) menyatakan bahwa insiden kebakaran itu bukan hasil dari kelalaian atau kelalaian atau kesalahan,” Tony Heard (RDP) dengan rumah perwakilan XII di Jakarta, yang merujuk pada Antara pada hari Rabu (19.0.2025).

Sayangnya, Tony tidak lebih menjelaskan penyebab api. Kebakaran terjadi di area PT Freeport Indonesia, Gresik 14. Oktober 2024 pukul 17:45 WIB.

Api pertama kali terdeteksi oleh PT Chiyoda International Indonesia Electrical Technician di Wesp Stage 1C. Api kemudian disertai dengan ledakan ketika tim tanggap darurat (ERT) datang.

Blackout dilakukan dengan bantuan partai -partai eksternal sampai api memadamkan total 22:16 WIB.

“Kami berhasil memadamkan api dalam waktu sekitar 4 jam,” kata Tony.

Akibatnya, semua komponen materi WESP mengalami kerusakan serius dan tidak dapat bekerja.

Untuk kejadian ini, sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam keputusan energi dan sumber daya mineral, edisi 1827 K/30/mem/2018 tentang pedoman untuk implementasi aturan penambangan mekanik yang baik, api diklasifikasikan sebagai “peristiwa berbahaya”.

PTFI telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan fondasi yayasan, termasuk pembongkaran, pembelian peralatan untuk perbaikan, persiapan atau pemasangan peralatan.

“Sekarang beberapa peralatan selesai dan kami akan mulai mencoba di pertengahan -Maret, mempercayai peralatan yang berbeda,” katanya.

Selain itu, minggu lalu, Tony mengirimkan 3 boeing 747 beban yang berisi peralatan yang tiba di Surabaja.

“Peralatan ini sekitar 30 ton lebih, dan pesawat Antonov juga tersedia, yang juga kami sewa untuk mencapai peralatan transportasi Surabaya,” kata Tony.

Tony menekankan bahwa ini menunjukkan bahwa Freeport serius, ingin segera mengoreksi pengecoran.

“Jika kita menyelesaikan kapal dengan cepat, itu akan memakan waktu lama, jadi kita akan membawa peralatan dengan pesawat,” katanya.

happy Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik
Happy
0 %
sad Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik
Sad
0 %
excited Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik
Excited
0 %
sleepy Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik
Sleepy
0 %
angry Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik
Angry
0 %
surprise Bos Freeport Bantah Tuduhan Sengaja Bakar Smelter Gresik
Surprise
0 %

You May Have Missed

PAY4D slot jepang